Ada lebih dari selusin buku yang mengupas tentang The Art of War nya Sun Tzu telah saya baca habis. Isinya sungguh luar biasa! saya seringkali terkagum-kagum dengan falsafah perang ala Sun Tzu ini. Bab yang paling saya sukai dalam Sun Tzu adalah tentang hukum-hukum kepemimpinan, yakni bagaimana sang komandan harus menyikapi situasi.
Selasa, 26 Februari 2008
Komandan Itu Mestinya Harus Bagaimana?
Ada lebih dari selusin buku yang mengupas tentang The Art of War nya Sun Tzu telah saya baca habis. Isinya sungguh luar biasa! saya seringkali terkagum-kagum dengan falsafah perang ala Sun Tzu ini. Bab yang paling saya sukai dalam Sun Tzu adalah tentang hukum-hukum kepemimpinan, yakni bagaimana sang komandan harus menyikapi situasi.
Jumat, 15 Februari 2008
Manajemen Apaaaaaa...?

Yang menjadi point bagi saya untuk menilai apakah Anda manajer yang baik atau manajer yang jahat (model Capo Capo dalam buku Mafia Manager, yang udah direview di Bloggingnya pak Joko Dwijono) adalah dari cara Anda menyuruh orang-orang untuk bekerja.
Menyuruh orang bekerja bisa dilakukan dengan kalimat-kalimat yang santun tetapi membuat orang-orang tersebut bekerja ekstra keras sampai sakit, akhirnya orang-orang tersebut akan sadar bahwa kalimat-kalimat santun Anda adalah seperti racun sianida. Alhasil orang-orang tersebut akan menjadi benci sama Anda bukan kepalang.
Menyuruh orang bekerja mungkin saja dilakukan dengan perintah keras! sehingga membuat orang-orang Anda merasa ketakutan sehingga bekerja ekstra keras sampai sakit. Tidak masuk berhari-hari kemudian produktivitas sang Manajer jatuh ke kolong tanah, ditambah lagi Anda akan dibenci banyak orang.
Jadi manajer yang baik itu sulit! Karena pada dasarnya kita ini semua manusia yang penuh EGO, semua maunya jadi pemimpin (ada juga sih yang gak mau jadi pemimpin karena malu-malu kucing, padahal kepingin...). Mengatur orang-orang (manusia) itu tidak gampang karena manusia kan punya hati ..? Hati manusia itu sulit sekali ditebak.
Rabu, 30 Januari 2008
Pak Harto Wafat

Minggu, 13 Januari 2008
Pak Harto

Jumat, 11 Januari 2008
Renungan di Waktu Luang

Beberapa tahun silam, hampir lewat sepuluh tahun dari sekarang, seorang kawan menulis sebuah artikel : Renungan di waktu luang.
Tak banyak yang saya ingat dari apa yang dia tulis, tapi setidaknya ada hal sederhana yang dia bicarakan. Yaitu tentang sebuah proses menjalani kehidupan, mulai dari bangun pagi, sarapan, berangkat kerja, pulang ke rumah dan tidur. Keesokan harinya dimulai lagi hal serupa ...
Lantas dimanakah sebenarnya nilai tambah dari hidup yang kita jalani ini? Seseorang bisa dibilang workoholik ( .. sakit ya..?..) bila mendapati kehidupan yang sebenarnya hanya di tempat kerja..!
Bagaimana dengan Anda?
Saya sendiri mendapati kehidupan ini kelewat rumit, kadang simpul ganglia otak saya tak mampu mengurai dimana koordinat kehidupan saya.
Saya sering merasa kagum sekagum-kagumnya manakala mendapati orang yang mampu menampilkan kehidupan bertolak belakang dari apa yang sesungguhnya terjadi padanya. In many situations life is so much pretending.
Sabda Rasulullah : Sebaik-baiknya orang adalah yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi orang banyak. Jadi bagaimana menjalani hidup ini adalah melalui berbuat sesuatu dengan nawaitu bermanfaat bagi orang banyak.
Kembali ke topik awal kita tentang renungan di waktu luang: bertafakur (berpikir) sejenak itu lebih baik dari melakukan ibadah ritual 1000 tahun.
Mengapa? Dari proses bertafakur (berpikir) itulah pintu kebenaran terkuak..!
Hidup yang sebenar-benarnya hidup adalah pencapaian diri menuju kepada kebenaran. Seperti sering Anda ikrarkan : Ya Tuhanku, tunjukkanlah diriku pada jalan kebenaran (ihdinas sirothol mustaqim) ... Ummul Kitab.
Selasa, 08 Januari 2008
LIFE IS BEAUTIFUL

Selasa, 01 Januari 2008
PaRaDoX JaSa MaRga


