Selasa, 11 Maret 2008

gItU aJa kOk rEpOt


Apakah Anda merasa mengalami kehidupan yang begitu sulit sehingga Anda tak pernah melewatkan hari-hari Anda tanpa mengeluh?
Kalau demikian adanya, sesungguhnya Anda benar-benar salah dalam menjalani kehidupan ini. Syahdan beberap hari yang lalu saya mendengar ceramah dari pakar motivasi sdr Mario teguh yang nama aslinya Sis Maryono Teguh. Dengan gaya kocak dan segarnya Mario bilang:
"Setiap tahun itu sulit, tapi setiap tahun itu pula lewat"
Artinya, semua kesulitan itu akan berlalu. Kecuali bila Anda memang mau hidup di tahun sulit itu terus menerus, dan menjadikan setiap tahunnya memang tahun yang sulit.
Tahun2007 mungkin bagi Anda adalah tahun yang sulit. Tapi bukankah tahun 2007 tersebut telah berlalu?

Kalau begitu, Anda janganlah menyugesti diri tahun 2008 yang sedang Anda jalani itu tahun yang sulit pula.. karena apa? ya karena tahun2008 nanti juga akan berlalu dan selanjutnya memasuki tahun 2009. Begitu seterusnya.
Tak ada susah yang selamanya susah. Pun tak ada senang yang selamanya senang. Sebab semua ini pasti akan berlalu ... gItU aJa kOk rEpOt !

Sabtu, 08 Maret 2008

LoSt LoVe


Ingin kuteriak
suaraku hilang
ingin kumenangis
kering mataku
setiap langkah kuayun
menyentuh kerikil tajam
maafkan aku ..
telah lama kumencarimu
lewat antrian panjang
keringat dingin bercucuran
sendi kaki gemetaran
antrian tak sampai sampai
suaramu tak bisa kudengar ...

aKu iNgin PuLanG


Aku ingin pulang ..
telaga di sini tak lagi ada airnya
gedung-gedungnya tak lagi ramah
jalannyapun tak lagi rata
Aku ingin pulang
waktuku telah hampir sampai
rinduku telah memenuhi pori
satu babak telah usai
Aku ingin pulang
memulai babak berikutnya
bergumul lagi dengan warnamu
entah hitam
entah putih

Jumat, 07 Maret 2008

Maka Nikmat Tuhan Kamu manakah Yang Kamu Dustakan?

Ini yang kedua kali saya bertanya kepada Anda. Bagaimana Anda memaknai hidup ini? beberapa orang di sebuah sudut pasar kota Jakarta yang saya tanyai, umumnya mengeluhkan betapa kehidupan yang harus mereka jalani ini begitu sulitnya .... Coba perhatikan, harga beras naik, harga minyak goreng melambung, harga lauk pauk sepertinya tak lagi bisa dijangkau...!

Ya,
Saya sendiri sebetulnya juga sering mengeluhkan kehidupan ini. Bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini kehidupan yang harus saya jalani terasa lebih sulit. Tiap hari harus bekerja keras dan lebih keras lagi (tidak pernah lagi melihat matahari tenggelam di depan rumah lho..!), anak-anak karena tidak terperhatikan menjadi sering murung, waktu berkumpul keluarga menjadi sangat berkurang dst dst dst ......

Bila kehidupan ini dipandang dari sisi sulitnya maka sesungguhnya Anda dan saya memang tidak akan pernah menemukan kemudahan-kemudahannya. Namun kalau Anda dan saya dapat memaknai kehidupan ini secara proporsional maka sesungguhnya Anda dan saya akan mendapati bahwa sesungguhnya Tuhan itu telah menganugerahi Anda dan saya sebuah nikmat hidup yang luar biasa besarnya...!

"Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang hendak kamu dustakan?"

Cobalah Anda renungkan bahwa semua apa yang Anda minta kepada Tuhan itu ternyata telah dikabulkan saat itu juga, ya semuanya tanpa kecuali!

"Anda meminta kekuatan, maka Tuhan memberi Anda kesulitan agar Anda menjadi tegar"
"Anda meminta kebijaksanaan, maka Tuhan memberi Anda masalah untuk diselesaikan"
"Anda meminta kekayaan, maka Tuhan memberi Anda tenaga dan pikiran untuk bekerja"
"Anda meminta rasa kasih sayang, maka Tuhan memberi Anda orang susah untu diberi pertolongan"
"Anda meminta kesuksesan, maka Tuhan memberi Anda peluang dan kesempatan"

Tuhan tidak pernah salah dalam memberi. Kita meminta apa yang kita inginkan, Dia memberi apa yang kita butuhkan.

"Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang hendak kamu dustakan?"

Sabtu, 01 Maret 2008

Kajool ! Duh Matanya ....!




Tadinya saya mau minta pak Dion untuk mengulas Kajool artis India ini, karena di beberapa artikelnya pak Dion banyak cerita tentang India, tentang gandhi and fams ...
Saya belum punya inspirasi apa-apa untuk mengekspresikan kesukaan saya pada artis India ini... Mungkin dua atau tiga hari lagilah.... Tapi coba perhatikan matanya .... Kajool...!

Ketika Musibah Menimpa Kita


Kehidupan itu tak selamanya senang terus. Susah dan senang datang silih berganti seperti perputaran malam dengan siang.

Kadangkala dalam kehidupan kita mendapati suatu musibah yang menimpa kita, bentuknya bisa beraneka ragam. Mulai dari diri kita sendiri semisal mengalami kecelakaan, sakit, berperkara, kehilangan pekerjaan, bencana dan lain-lain. Atau mungkin anak-anak kita, suami atau isteri, pun bahkan kekasih yang dicintai kita dapati mengalami hal-hal tadi.

Bagaimana sebaiknya kita umat beragama menyikapi musibah yang menimpa diri dan orang-orang yang kita cintai? Islam mengajarkan kepada kita untuk sabar dan tawakal:
"Yaitu mereka yang ketika ditimpa musibah mereka berkata, " Sesungguhnya kita ini milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya"

Musibah adalah salah satu wujud dari bagaimana Tuhan memberikan tamsil waktu kehidupan agar kita menjalani hidup ini berjalan sesuai hukum waktu:

1. bila hidupmu dalam kesenangan terus maka tanpa kamu sadari hidupmu menjadi sangat singkat, tahu-tahu umurmu sudah di ujung penghabisan. Karena sesungguhnya musibah itu melambatkan waktu berlalu. Tidakkah kamu mendengar rintihan orang yang kena musibah: " Betapa lamanya masa musibah dan betapa singkatnya masa kelapangan"

2. Kalau musibah menimpamu dan kamu hiasi dengan syukur maka musibahmu itu bisa membuat detik perdetik dari umurmu itu senilai berjam-jam ibadah.

3. Janganlah mengeluh bila musibah menimpamu karena apa-apa yang ada padamu itu bukan milikmu. Mata, telinga, hidung, mulut, jantung, ginjal, liver, pun seluruh apa yang ada pada seisi tubuhmu bukan milikmu dan bukanlah kamu sendiri yang menciptakan, lagi pula kamu tidak membeli dari perusahaan ataupun pabrik untuk mendapatkannya. Maka dari itu janganlah berkeluh kesah tapi bersabarlah.

Rasulullah bersabda: " Siapa yang hendak diberi kemuliaan oleh Allah, maka orang itu diberi musibah terlebih dahulu". Dan ingatlah pula : "Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana dedaunan berguguran"

Nabi Ayyub penghulu orang-orang sabar menyikapi musibah yang dahsyat dengan munajad lembut:
" Wahai Tuhanku, aku telah ditimpa musibah sedangkan Engkau adalah
Tuhan yang maha penyayang dari semua yang penyayang"

Selasa, 26 Februari 2008

Komandan Itu Mestinya Harus Bagaimana?



Ada lebih dari selusin buku yang mengupas tentang The Art of War nya Sun Tzu telah saya baca habis. Isinya sungguh luar biasa! saya seringkali terkagum-kagum dengan falsafah perang ala Sun Tzu ini. Bab yang paling saya sukai dalam Sun Tzu adalah tentang hukum-hukum kepemimpinan, yakni bagaimana sang komandan harus menyikapi situasi.
Saya cuplikkan untuk Anda esensi tentang falsafah memimpin ala Sun Tzu sebagai berikut:
Ada enam situasi yang bikin sebuah pasukan gatot alias gagal total. Yaitu: kabur, membangkang, jatuh, ambruk, kacau dan rusuh!
Kalau pasukan menyerang pasukan yang kekuatannya sepuluh kali lipat, hasilnya adalah kabur.
Kalau para prajuritnya kuat tapi pejabatnya lemah maka pasukannya akan membangkang.
Kalau pejabat-pejabatnya berani tapi prajurit-prajuritnya tidak efektif maka pasukannya akan jatuh.
Kalau pejabat-pejabat tingginya mulai marah dan membangkang, kemudian ketemu musuh di medan peperangan, sementara komandannya gak ngerti situasi, hasilnya ambruk.
Kalau komandannya tidak kompeten, dan pasukannya salah urus ditambah hubungan antara para pejabat tidak baik serta formasi pasukannya buruk, hasilnya adalah kekacauan!
Kalau komandannya tidak bisa mengestimasi kekuatan musuh, menggunakan kekuatan kecil untuk memukul kekuatan yang lebih besar, atau pasukan yang lemah untuk memukul yang kuat, atau gagal memilih pasukan khusus maka hasilnya adalah kerusuhan.
Kalau terjadi salah satu dari keenam situasi di atas, pasukannya pasti akan kalah. Nah, adalah merupakan tanggung jawab tertinggi sang komandan untuk menelaahnya.