Rabu, 10 September 2008

Mana yang bersih dan mana yang kotor


saat ini aku sedang menelisik sebuah kontrak jangka panjang antara pt x dengan pt y. aku banyak belajar dari temanku seorang auditor pensiunan bpkp. intuisinya begitu tajam. hanya dalam hitungan menit dia bisa tahu perikatan ini bersih apa kotor. dia cukup melihat berapa pembagian hasilnya. berapa dik? tanyanya. aku bilang 59:41 pak. ooo... itu ndak bener dik. mestinya 60:40 dik. jangan hentikan telisikanmu dik. itu pasti gak bener, katanya mantap.



lain kali kalau aku bikin perikatan maka bagi hasilnya akan kubikin bulet-bulet kayak bola pingpong.. hehehe ... Mana yang bersih dan mana yang kotor sungguh sangat sulit untuk dibedakan kalau sudah dibungkus dengan itikad buruk yang dilakukan secara kolektif.



syaidina ummar bin chatab pernah merisaukan hal ini: kelak kebenaran dengan argumentasi yang lemah akan dikalahkan oleh kebathilan yang tersusun rapih. nah lhooooo.......!

Selasa, 09 September 2008

Adakah hari ESOK? (part FOUR)

Posting ini saya dedikasikan buat sahabat penaku Hafid Alimuddin dan mantan isterinya Dwima Larasati, mereka berdua adalah tempatku bercermin diri. Dari mereka aku banyak belajar berbenah ...


Bipolar disorder .... Hafid menggumam lirih, Ia masih belum bisa memahami kenapa anak lelaki yang dicintainya itu harus menderita kelainan ini. Diambilnya lagi buku hariannya yang mulai dipenuhi abu tembakau :

" Aku merasa sangat galau. Obat apa yang sebenarnya cocok buat faris? faris selalu mengeluhkan kepalanya mau pecah. Tiap hari fikirannya dipenuhi halusinasi, iapun kerap berbisik-bisik, bicara sendiri"

"Hari ini aku pandangi faris yang tengah bicara terpatah-patah sambil menepis-nepiskan tangannya seolah hendak menghalau sesuatu yang mengganggunya. Dia bicara tentang dinasti Han, tentang Cau Cau dari kerajaan wei yang katanya sering berlaku curang sampai kepada Nabi Musa, Nabi Sulaeman hingga Nabi Muhamad. Kegelisahannya yang tak pernah henti ini sungguh membuat hatiku tercabik-cabik."

"Faris hendak tidur. Telah berhari-hari tidurnya tak pulas, bahkan sebetulnya faris itu tak pernah tidur malam. Setiap malam pula aku selalu menemaninya tak tidur. Terkadang arasa lelah luar biasa menyergapku setelah bermalam-malam menemani faris. Ayolah ris tiduurr.. ayah juga perlu istirahat.. "

"Waktu telah menjelang berbua..., faris belum juga ada tanda-tanda mengantuk. Kuajak dia ke Tanah Lapang, tempat dimana burung-burung merpati faris diterbangkan. Dia nampak begitu gembira berjingkrak-jingkrak seperti anak TK. Namun seperti biasanya, kegembiraan itu cuma sekejap saja. Kembali dia diliputi kepedihan hati, menangis tak jelas karena apa dia menangis. Sungguh aku benar-benar terkoyak"

"Kalau dibilang kini aku kurus tinggal tulang, iya. segenap fikiranku dipenuhi oleh harapan-harapan semu kesembuhan faris. Betapa memilukan. Rahasia Tuhan apa yang ada di balik semua ini... aku tidak tahu ... aku tidak tahu..."

"Hari-hari berlalu, tak ada yang berbeda.. Dari puasa ke puasa .. dari paedih ke pedih ... Tuhanku janganlah kau dera aku terus menerus ...."

Adakah hari ESOK? (part Three)


Hafid termenung.. diambilnya buku hariannya, sebuah catatan pedih dia tulis:


Sabtu 6 september ..

"Kucoba menyelami apa yang kamu rasakan anakku, telah beberapa tahun ini kamu berganti-ganti dokter, namun sakitmu tak jua membaik. Ya, aku sama sekali tak melihat adanya perubahan yang berarti pada pengobatan dokter-dokter itu, bahkan anakku cenderung bicaranya tak terkontrol. Dalam beberapa minggu terakhir ini, aku merasakan perubahan yang memburuk pada faris. Jalannya oleng dan mulutnya terbuka terus setelah minum obat dari dokter.

Telah tiga tahun ini faris seperti sebuah pribadi yang tak terdefinisikan. segala tindakannya tidak terkontrol, cenderung berbisik-bisik sendiri, seperti menahan rasa tidak nyaman akibat gangguan halusinasi yang berkepanjangan."


"Aku sangat menyayangi faris. Seandainya Allah berkenan menyembuhkan penderitaannya, tentu apapun imbal baliknya aku rela.

Pukul 02.. dini hari ..

Malam ini adalah malam ke sembilan puluh dari hari perceraianku dengan dwima, isteri yang kunikahi lebih dari duapuluh tahun yang lalu dan telah memberiku dua anak yang telah beranjak dewasa. Suratan takdir telah membuat biduk rumah tangga yang telah lama kudirikan kandas disapu gelombang. Aku tak bisa menceritakan lagi kenapa semua ini harus terjadi. Semenjak bercerai, hidupku terasa hampa sekali, sehingga beberapa perempuan sempat singgah di sela-sela masa sepiku"


"Malam ini, aku menulis di buku ini untuk bertanya pada Tuhan yang mengatur jalannya seluruh semesta kehidupan: apakah masih ada harapan aku bisa mengantar kesembuhan faris? Adakah hari esok untuk anakku?

Selasa, 02 September 2008

blackmail

di perusahaan tempatku bekerja sudah hampir dua tahun ini berseliweran blackmail-blackmail, bentuknya macam-macam. ada surat kaleng dan ada juga sms-sms gelap. kadang memang blackmail-blackmail seperti itu ada manfaatnya juga sih... paling tidak buat semacam alert atau peringatan dini..

aku pernah membaca novel huruf kanji, terjemahan bebas judulnya adalah "dendam sedalam lautan". ceritanya tentang intrik-intrik politik keluarga dalam kekaisaran pada jaman dinasti ming, sekian ratus tahun sebelum masehi. persaingan kedudukan, perebutan harta, hingga ke perebutan perempuan adalah realita umum yang tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.

jaman dulu belum ada hp, namun yang namanya sms-sms gelap, berupa pesan singkat ditularkan dari mulut ke mulut dan selebaran gelap yang akhirnya membuat prahara luar biasa di kalangan keluarga istana. jadilah kemudian peristiwa tragis, sesama saudara saling membunuh.. bau anyir dari tetesan darah pekat seolah merupakan perwujudan fisik dari sebuah dendam. beberapa bulan setelah tragedi tersebut negara ming hancur lebur diporakporandakan oleh penguasa baru dinasi ching. Selama beberapa dasawarsa rakyat ming hidup dalam perbudakan.

aku baru saja membaca artikel intisari terbitan terkini. judulnya asyik juga : ryan jagal romantis dari jombang. tiba-tiba saja aku jadi membayangkan sosok pengirim sms sms gelap itu mungkin mirip-mirip ryan kali.. "pintar bergaul, tapi pintar juga menghilangkan nyawa orang. lembut dan romantis di satu waktu, tapi teramat bengis di waktu yang lain. seribu kontradiksi ada pada dia"
orang yang menikmati orang lain menderita adalah orang yang memiliki kelainan mental (mentaly disorder) dan biasanya meskipun dia pintar tapi dalam bekerja suka amburadul (cenderung mengambil yang bukan haknya), berasal dari keluarga yang memiliki catatan kriminal, masalah kejiwaan, atau alkoholik, atau mungkin menderita suatu penyakit generatif tak sembuh-sembuh yang membuat dirinya frustrasi berkepanjangan.

kadang aku membayangkan dia adalah seorang paranoid yang memiliki sifat manipulatif, mampu membuat kamuflase yang rumit serta canggih sehingga dapat memutarbalikkan fakta, menebar fitnah, dan kebohongan luar biasa... semua dilakukannya tanpa rasa bersalah, demi mendapatkan keuntungan dan kepuasan diri sendiri.

orang yang menabur blackmail seringkali tidak bertanggungjawab terhadap perbuatannya, hal ini disebabkan kacaunya fungsi otak (struktural otak), yaitu penurunan intensitas sel-sel kelabu otak dan mengkerutnya otak bagian posterior hippocampal.

saranku: janganlah kamu ikut-ikutan larut dalam kejahatan blackmail

Senin, 01 September 2008

Adakah hari ESOK? (part TwO)



Ramadhan memasuki hari kedua, hafid belum juga bisa menerima kenyataan pahit ini. Telah lebih dari tigabulan berlalu biduk yang dinahkodainya karam. Ia masih sangat mencintai dwima, wanita yang 20 tahun lalu ia nikahi setelah melalui perjalanan panjang selama lebih dari 10 tahun, dan telah memberinya dua anak yang mulai tumbuh dewasa.

Kepulan asap tembakau tak putus barang sejenak dari serak bunyi paru-parunya. " ris maafin ayah...." dia selalu menyebut faris anak laki-lakinya yang tak bisa jauh dari hafid namun terpaksa harus berjauhan karena keputusan pengadilan terhadap hak asuh anaknya tersebut ada pada ibunya.

Faris telah lama mengalami delusi yang hebat, setiap malam dia selalu menjerit-jerit ketakutan dan meminta didekap ayahnya. Biasanya pada jam 9 malam tepat hafid akan memberi seroquel 200 mg, depacote 300mg dan ativan 2mg untuk menenangkan anak lakinya yang mulai kehilangan keseimbangan emosional bila memasuki malam hari. Ini telah dilakukan hafid selama bertahun-tahun, sejak anaknya divonis menderita bipolar disorder, yaitu sejenis gangguan psikosa yang disebabkan kegagalan neuro transmiter otak menyalurkan informasi ke pusat pengendali rangsangan di dalam otak yang paling tersembunyi.

"Ayah, aku mau menciptakan behamut* (sejenis himar bersayap dari besi) untuk membawaku jalan-jalan ke Sorga yah.." .... "Ayah, aku dijahatin orang nih yah" ..."Ayah, mereka mengerjaiku yah, tolongin aku yah, aku dikambingin* nih yah...! Setiap kali ketika gangguan psikosa itu mendera, faris selalu menyampaikannya dengan bahasa-bahasa yang menguliti perasaan hafid. Bahasa yang dalam tata komunikasi normal tak bisa dipahami dan hanya hafid dan faris lah sesungguhnya yang faham.

Tak hanya sekali dua kali faris mengiris nadinya, untuk lari dari deraan delusi yang menghebat ... "Tolongin aku yaaahhh......!".

Hafid mencoba meraih hp nya ditekannya subuah nomor, lamat-lamat terdengar suara dwima : Ya, Fid kamu tenang aja, faris baik-baik saja kok.. dia lagi tidur sekarang. Bagaimana fid, apakah kamu setuju dengan rencanaku untuk penanganan anak kita. Saya akan mengirim faris ke pusat rehabilitasi kesehatan mental, di Rs Dharmawangsa atau di Rs Thamrin.

Hafid tak bisa menjawab ..... dia sedang memikirkan hal yang paling tidak diinginkan dalam membesarkan anak lakinya .. "Aku keberatan dwi, kalau anakku jadi pasien rumah sakit jiwa ..." "Aku tidak tega ... aku tidak bisa menerima ... aku .... aku... " Hafid tak bisa meneruskan. Ditutupnya Hp, dan diraihnya sisa-sisa tembakau untuk disenyawakan dengan paru-parunya yang telah lama mengalami peradangan bronkea.

Tak berapa lama hp nya berderit masuk SMS : "Hidup ini tak banyak pilihan. Kalau aku boleh memilih, maka aku ingin faris memiliki hari esok ..."

Sabtu, 30 Agustus 2008

aDakaH haRi eSok?

Posting ini saya dedikasikan untuk sahabat lama saya. Saya tidak bisa bicara apa-apa selain prihatin dan menyesalkan kenapa semua terjadi. Matahari menjadi muram, awan di langitpun menjadi kelabu... karena saya bisa merasakan bagaimana perasaan Anda...

Diisapnya dalam-dalam Sampoerna Mild terakhir. Lelaki itu tertegun tak percaya, bagaimana bangunan rumahtangga yang telah dibinanya selama 20 tahun kandas dua hari yang lalu....

Masih terngiang jelas nasehat hakim pengadilan agama : "ibarat perjalanan ke Surabaya, sdr Ir. Hafid bin H. Diran dan sdri Dr. Dwina binti H. Suhaeri, kalian berdua naik kereta vvip, bukan kereta ekonomi... Tuhan telah menganugerahi kemurahan-kemurahan begitu rupa dalam perjalanan kalian berdua. Belum sampai di Surabaya, mengapa mesti turun di Semarang? Cobalah tengok kedalam bekal perjalanan takurang suatu apa.... dikaruniai putera-puteri yang beranjak dewasa. Banyak nian suami isteri tak dikaruniai keturunan, tak berhasil di dokter lantas pergi ke gunung kawi, pergi ke dukun-dukun... Kalian tengoklah kedalam betapa serasinya.. suami bisa salah pun isteri bisa pula salah... tengoklah kedalam sebelum turun di tengah jalan..."

Sesekali diisapnya lagi kepulan asap terakhir : "pak hakim, nasehat pak hakim adalah nasehat terbaik yang pernah saya dengar, tapi pak hakim ijinkan saya berkata TIDAK untuk berlabuh di Surabaya, saya harus turun di semarang" pak hakim, saya harus berpisah..." Terbata-bata Dwina mematahkan nasehat pak hakim.

Lelaki itu menarik nafas panjang: "pak hakim, tangan ini memang letih memegang kemudi, keretanya berguncang terus, tapi perjalanan mestilah sampai di tempat tujuan Surabaya. Biar jauh dan sesekali kereta berhenti, bantulah sampai di tujuan pak hakim... tapi Dwina telah turun di Semarang pak hakim. Saya tak lagi pegang kemudi. Mohon keadilan pak hakim, pantaskah masinis menghentikan jalannya kereta ini sebelum tiba di tujuan?"

Hafid dan Dwina adalah fragmen kehidupan. Perjalanan hidup adalah rahasia Tuhan. Hafid terpukul, bagaimana menjelaskan semua ini kepada putera-puterinya yang tercinta? Pun Dwina tercenung.

Fragmen kehidupan tak selamanya seperti cerita roman picisan yang berakhir bahagia. Ini sebuah realita yang sungguh pahit, sebuah realita yang kelam.. "Ayaaahhh pulang yaaah..." Hafid tersentak. Ditatapnya dalam-dalam mata anak laki semata wayang yang berlinang air mata. Anak itu baru saja terlepas dari jerat kehidupan kelam.. mengapa harus menerima pil pahit dari orang tuanya?

Bibir Hafid kelu... Dwina diam terpaku, anak laki semata wayang itu cuma menatap kedua orang tuanya dan berkata lirih : Ayaah.. Bundaa... adakah hari esok?"

Jumat, 29 Agustus 2008

pil-KADA ... gak BEDA dengan pil-PAHIT

beberapa hari terakhir ini aku suka merasa eneg (bete tetete ...). di televisi para kandidat gubernur berpacu dalam debat pilkada. di pohon-pohon ditempeli wajah-wajah calon. 99 persen wajah mereka adalah wajah-wajah yang terawat yang menurutku sering nyalon. beda banget sama rakyat yang dirayu-rayu memilihnya... kucel, kumel, kurang gizi karena umr nya pas-pasan buat makan hari ini.

di sebuah debat pilkada aku melihat visi-misi ditonjol-tonjolkan. "pilihlah saya karena saya peduli anda". janji-janji diobral. di bulan ramadhan ini aku cuma mau ngingetin: " tiada satu ucapanpun melainkan ada di dekatnya malaikat" (QS 50:18) . inget ya pak dan bu calon mulutmu adalah harimaumu. janganlah kamu berjanji kalau kamu tidak bisa menepati.

beberapa hari terakhir ini aku amat tidak suka (benci gitu loh!) kalau liat orang-orang pada ngariung (ngumpul-ngumpul) untuk ramai-ramai mendukung calon-calon pilkada tadi. bukan apa-apa sih, cuma eneg aja... gonta-ganti pemimpin ya rakyat tetap begini-begini saja. sembako naik, bbm gak kebeli... memang sih gak semua begitu.. ada juga sih yang bisa gonta-ganti mobil saban bulan n gonta-ganti pasangan kencan saban dapat uang siluman..
hehe.. jadi sebenarnya pil-KADA ... gak BEDA dengan pil-PAHIT ya?

So, aku mesti bicara apa dong?
ikhtiar, sabar, tawakal, ikhlas .... cukuplah 4 hal ini menjadi bekal kita melangkah ke masa depan. oh iya aku ingat, tak perlulah kita membenci atau menyukai sesuatu berlebih-lebihan karena : "boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik buatmu.." (QS 2:216).